Repotnya Pulang Kampung
Wah ternyata sudah bulan september lagi. Cepat sekali waktu berlalu. Bulan ramadan pun akan tiba minggu depan. Tak terasa hampir mau 2 tahun tak pulang kampung. Orang-orang yg di kota ingin pulang ke kampung halaman seperti saya juga dong. Cuma yah kampung halamanku jauh di benua sana kira2 9000 km lebih, hiks hiks.. apa daya semua harus diorganisir dgn baik dan tak bisa tergesa-gesa.
Paling senang kalau udah mikirin pulang ke indonesia, sekaligus paling stess. Pokoknya bikin perut mual, kepala pusing. Terutama kalu udah mikirin harga tiket, jadwal waktu keberangkatan, dan kapan suami bisa ambil cuti libur. Maunya siih, kapan saja bisa terbang. Cuma karena kita ini berlima, yah repotnya saya nggak bisa terbang sendiri, ke mana-mana suami harus ikut.
Hmm kejadian sewaktu di Dubai airport tak mau terjadi lagi. Masalahnya si kakak Maxi waktu itu masih kecil. Dia emang senang panjat-panjat. Apa aja dipanjat, kaya di rumah aja semua pohon dipanjat. Kalau lagi main dgn adiknya , manjat-manjat tempat tidur, lari-lari, wah pokoknya lieurr kalau bertiga udah main petak umpet. Naah di Dubai ini, dia mungkin rada bosan alias nggak ada mainan dan nggak bisa ngusilin adiknya. Akhirnya manjat-manjat di bangku-bangku tempat duduk orang yg menunggu pesawatnya terbang.
Sialnya dia terjatuh kena besi. Tentu saja hidungya retak dan darah di mana-mana. Alamaaak mana udah cape semalaman nggak tidur, ada kecelakaan lagi. Terpaksa deh harus ke rumah sakit Dubai.Wah nggak sanggup deh saya kalo harus sendiri terbang. Nggak ada yg jagain anak-anak. Apalagi sekarang tambah satu jagoan. Tanganku cuma dua, gimana harus megang satu lagi.
Maunya sih saya dulu yg terbang dgn 3 pendekarku, terus suami menyusul. Lumayan kalau bisa 2 bulan di indonesia. Suami bisa menyusul kami, sebulan kemudian. Masalahnya dia nggak bisa 2 bulan libur. Bisa-bisa dipecat dari kerjanya. Enak buanget berlibur sampai 2 bulan wuiiih. Pleaseee, anybody help me ? Rata-rata teman-teman yg di jerman, nggak pernah bisa bareng terbang. Selain anak2nya sudah sekolah semua. Maklum di jerman kalau bukan liburan sekolah nggak bisa bolos begitu saja, pokoknya ketat sekali. Jadi yah harus menunggu hari liburan sekolah anak. Tapi harga tiketnya itu loh wuiiih, selangit antara 20 s.d 25 % naiknya (high seasion) eh benar ngggak ya nulisnya, malas buka kamus nih.
Nah thn depan kan maxi udah mulai masuk sekolah, jadi kapan lagi kalau nggak sekarang-sekarang pulang kampung. Bisa 2 bulan di rumah nenek. Tadinya mau di suruh ikutan pesantren kilat or masuk TK islam, lumayan buat melancarkan bhs indonesianya. Atau belajar sholat di mesjid. Yaaah itu hanyalah tinggal impian. Suami nggak akan mengijinkan kami pulang berempat.Lagi pula nggak bisa lebih dr sebulan. Kudu bikin visa dulu ke kedutaan jerman di frankfurt. Repot banget deh mesti kirim surat sana sini. Harus sesuai dgn jadwal pesawat lagi. Seandainya tidak sesulit itu ?
Jadwal pulkam udah ada, tinggal cari pesawat yg harganya kejangkau and dekat dgn rumah. Sayangnya pesawat yg harganya sedikit lebih murah, semuanya lewat frankfurt. Wah suami nggak bakalan mau naik kereta api dgn membawa 5 koper dan 3 anak kecil. Bisa2 ditinggal kereta lagi, maklum di jerman apa2 kudu cepat wush wush..Kalau harus nyetir sendiri, kasihan juga, 3 jam perjalan dr rumah. Sampai frankfurt harus 20 jam waktu terbang, baru deh sampai cengkareng.
Akhirnya setelah cari di internet, kebetulan KLM harganya sedang murah dan bisa lewat Koeln or Duesseldorf. Jadi nggak harus naik emirates yg transitnya lama sampai 3,5 jam di dubai. Hmmm legaaaa sekali jadwal pulkam sudah ada. Indonesiaaaaa i am coming sooon.
1 Comment »
Leave a comment
-
Archives
- May 2009 (3)
- March 2009 (1)
- February 2009 (3)
- January 2009 (4)
- December 2008 (4)
- November 2008 (2)
- October 2008 (7)
- September 2008 (1)
- August 2008 (2)
- July 2008 (5)
- June 2008 (2)
- May 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

Sedih
juga bacanya. Gue yang di Lhokseumawe aja kangen banget ama tanah kelahiran, apatah lagi anak Bogor yang tiba2 terdampar di Jerman. Semoga diberi kemudahan yah.
Untuk sedikit mengingatkan kampus kita dulu, aku kirim link berikut. Irda bisa klik dan menerawang kejadian lebih dari 10 tahun silam, waktu kita belajar di UI (Universitas IKIP)
Berikut link-nya
http://smg.photobucket.com/albums/v72/alukman/Kampus/?start=all