Mein wunderbares Haus

Hanya sebuah tempat Curhat

Tamu dari Tbilisi- Georgia

Hari minggu lalu saya kedatangan tamu dari Tbilisi- Georgia, bekas jajahan Uni Soviet dulu. Namanya Dess. Haf, wanita indonesia yang menikah dengan Deutscher aus Bayern. Asal usulnya sampai ke Georgia, katanya sih karena suaminya bekerja dan buka perusahaan di sana.

Mrs. Haf ini memang wanita pemberani. Sudah tahu sedang hamil, masih bisa jalan-jalan sendiri tanpa suami bersilaturahmi ke rumahku. Perjalanan dengan pesawat terbang dari Georgia menuju Frankfurt membutuhkan waktu -+ 3 jam. Maunya sih dia sendiri naik kereta dari köln sampai stasiun Erftstadt. Cuma karena sampai Kölner Bahnhofnya itu tengah malam jam 23.46, ya sudah akhirnya suamiku mau menjemputnya. Kasian kan kalo ada apa2 di jalan.

Oleh2 yang dibawanya apalagi kalau bukan makanan Akhirnya saya mencoba makanan baru ala masakan orang Georgia yaitu Kingkali..benar nggak sih nulisnya Quennkali hehehe. Bentuknya seperti Bakpau, adonan tepung yang isinya berisi daging sapi cincang yang telah dibumbui. Makanan ini sebelumnya direbus dgn air mendidih dan diberi garam dan minyak. Setelah 20 menit baru bisa dinikmati. Saya sih suka makan apa saja asal halal.

Hari selasanya kita jalan-jalan ke downtown Köln. Cuma karena cuaca tidak bersahabat, alias hujan dan dingin, membuat saya dan akhirnya dia terserang penyakit flu. Padahal sih sudah pakai baju setebal mungkin. Anakku Maxi dan Adrian alhamdulilah nggak terkena penyakit. Kebal-kebal juga mereka. Shopping di Köln asyik juga, hehehe dasar cewek nggak boleh lihat barang bagus lapar deh mata, maunya beli. Anak2ku saja sampai dimarahi oleh security di pertokoan ESPRIT hihihi.. maklum sudah pada bosan ternyata lihat emaknya keliling2 lihat baju. Mereka ini memang aktiv. Boneka pajangan saja diajak main, kalau menimpa badannya baru tahu rasa deh. Bonekanya sexy nggak kaya emaknya yang seperti langseng kalau pakai baju kurung.

Gara2 para masinis kereta mau berdemonstrasi minta kenaikan gaji sebesar 30%,akhirnya jadwal menginapnya dirubah. Dia harus merubah jadwal kereta menuju Hamburg. Anakku yang tengah sepertinya kehilangan dia. Biasalah mamanya kan nggak ada waktu untuk bermain2. Naah ada Frau Haf jadinya kesenengan diperbolehkan main game di laptopnya. Di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan. Semoga kalau Allah mengijinkan, insya Allah saya mampir ke Georgia atau ke Namibia Afrika ( rumahnya Tante D.Haf yang lain) eh malah dia mau pindah ke Istanbul juga. See you again….

November 16, 2007 - Posted by Irda | Keluarga | | 1 Comment

1 Comment »

  1. akuuu jadi maluuuwwwwww

    Comment by deSz | April 10, 2008


Leave a comment