Mein wunderbares Haus

Hanya sebuah tempat Curhat

Siksa kubur gara-gara air kencing

Setelah membaca bukudari Imam Al-Qurthubi yang berjudul: Rahasia kematian, alam akhirat & kiamat, sedikit ingin kubahas tentang siksa kubur bagi orang mukmin gara-gara kencing. Bisa dibaca pada halaman 146 s.d 152. Dengan membaca cerita di halaman tersebut menambah keyakinanku tentang kebiasaan membersihkan diri dengan air setelah melakukan kegiatan pembuangan kotoran dari tubuh hehe…  Sekilas tentang siksa kubur bagi orang mukmin yang kurang berhati-hati.
Diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abu Syaibah dan al-Hakim dari Abu Hurairah bahwa nabi bersabda, ” Kebanyakan siksa kubur itu diakibatkan gara2 air kencing.”

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, Nabi melewati dua buah kubur. Beliau bersabda, ‘Kedua penghuninya sedang disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu karena ia suka mengadu domba, dan yang lainnya karena tidak mau membersihkan air seni sehabis buang air kecil.’  Semoga hadist ini menjadi renungan untuk kita semua agar selalu berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan di mana pun kita berada amiien.

Ps : Thank you Ida Uk atas kiriman bukunya.. .jadi tambah menambah ilmu dan pinter dikit. hehehe

February 25, 2009 Posted by Irda | Hikmah, Islam, Lingkungan, Renungan, pribadi | | 2 Comments

Mengatasi mimpi buruk

Di antara kita tentu sering bangun tengah malam oleh mimpi buruk yang amat menakutkan . Tak jarang, dalam tidur jika kita bermimpi buruk , menjerit, tapi sukar sekali bangun. Ini lah yang di sebut ketindihan.

Cara mengatasinya, sebelum tidur basuhlah kaki dan tangan dengan air hangat, kemudia minum susu hangat cukup seperempat gelas saja. Kemudian tenangkan pikiran dan pikirlah hal2 yang menyenangkan hati. Dalam waktu singkat, kita akan segera tidur dengan nyenyak.

Bila kita masih terganggu oleh mimpi buruk dan ketindihan lagi, makan setelah bangun urutlah tengkuk anda sampai di bawah telinga, supaya darah dapat lancar beredar. Setelah itu baliklah bantal kita sambil ditepuk-tepuk, agar kedudukan bantal kembali rata. Dengan demikian kita dapat tidur nyenyak kembali sampai pagi tanpa diganggu apapun.

February 18, 2009 Posted by Irda | Keluarga | , | 1 Comment

My favourite bede, bidet (bukan wc)

Kita punya kebiasaan dari kecil yang susah dihilangkan. Entah itu tidur sambil ngemot jempol, memeluk guling kesayangan. Makan setiap hari harus dengan krupuk atau minum air putih segelas setelah bangun tidur.  Seperti kebiasaan pamanku mandi lamaaaa sekali. Kalo di rumah cuma satu orang sih ngga masalah cuma pagi2 yang waktunya sempit untuk pergi kerja, atau yang mau setor di wc, dan kamar mandinya cuma satu, bakalan berabe alias siap2 untuk ngedumel menyesali kebiasaan mandi berlama-lama. 

 Naaah kebiasaanku sedari kecil di indonesia ya kalau habis pipis and eo dibersihan dengan air. Hampir 30 tahun melakukan kebiasaan yang sama, tiba2  setelah bertempat tinggal di negeri orang( eropa)harus menyesuaikan diri dengan keadaan wc di sini. Mengubah kebiasaan cebok  dengan air dan diganti dengan tisu tentu rasanya tidak confortable.Kebiasaan membuang hajat ini pertama2 sangatlah ngga pede alias belum yakin apakah hanya dengan kertas tisu yg selalu setia menemani toilet akan membuat anuku bersih. Sampai2 ibuku membawa gayung dari indonesia ketika berkesempatan mengunjungi jerman aaiiih.. betapa merananya.

Untungnya di kamar mandi aku mempunyai benda yang menjadi favoritku.  Dengannya kepercayaanku akan pulih kembali mengerjakan aktivitas yang lain tanpa terganggu hahaha.  Walaupun untuk orang jerman itu jarang mempunyai bede, biasanya orang2 perancis yg di kamar mandinya mempunyai benda seperti ini yang mereka tulis bidet atau menyebutnya bede.

bede
bede

Pokoknya alat ini multifunction, selain kita bisa duduk di situ untuk membersihan diri (cebok) setelah setor diri di toilet, bisa juga untuk cuci kaki dan tangan dengan air dingin di kran kanan atau air panas di kran kiri. Rasanya memang seperti kampungan dan bertanya-tanya kenapa tidak mengikuti kebiasaan orang eropa yg memakai tisu. Kadang dipake wudhu juga. walaupun setelah itu kamar mandi jadi basah hihi..  namun aku telah siap sedia lap handuk untuk mengeringkan kamar mandi yang kebiasaan di eropa selalu kering. Orang eropa memang tidak suka berbasah-basahan and jarang mandi. Walaaah mau mandi 2x sehari seperti di indonesia ? Itu hanya bisa dilakukan di waktu summer. jika winter dateng cukup mandi 2 hari sekali agar kulit tidak bersisik.  Aaaaah betapa senangnya punya bede(bidet).

February 16, 2009 Posted by Irda | Keluarga, Kultur, kabar dari jerman, pribadi | | 2 Comments